Kegiatan hari kedua Alka Bagus 2025 kembali digelar dengan penuh semangat di Malang Creative Center (MCC). Acara ini menjadi penutup rangkaian dua hari Alka Bagus 2025 yang diikuti oleh siswa, orang tua, guru, serta masyarakat umum, dengan berbagai sajian edukatif, seni, dan kebersamaan keluarga.
Acara dibuka pada pukul 09.25 WIB oleh dua Master of Ceremony, Fatimah Albatul dan Fatima Az Zahra Bafagih, yang merupakan alumni SMA Plus Al-Kautsar. Pembukaan berlangsung hangat dan penuh kebanggaan, dilanjutkan dengan penampilan menyanyi lagu “Bunda Piara” oleh beberapa siswa spesial dari jenjang SD, yaitu Liham Kenri (2A), Moh Binar Kamadiya Arzaquna (3B), Muhammad Alhan Tibani (3C), dan Yusuf Wicaksono (5A). Lagu ciptaan R. Geraldus Daldjono Hadisudibyo atau Pak Dal (seniman Indonesia yang juga menciptakan lagu legendaris “Bintang Kecil”) ini berhasil menyentuh hati para penonton.
Pada pukul 09.36 WIB, sesi talkshow dimulai. Ibu Dr. Dhiah Saptorini, S.E., M.Pd bertindak sebagai tuan rumah (host), memperkenalkan para narasumber, yaitu Bapak Muchammad Irvan, M.Pd, Bapak Budi Sasongko, dan Ibu Vita Safitri. Talkshow berjudul “Education for All: Tuhan Tidak Pernah Salah Mencipta” ini mengangkat isu pendidikan anak berkebutuhan khusus. Diskusi berlangsung menarik dan interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari penonton yang menunjukkan antusiasme dan kepedulian terhadap topik tersebut.
Di sisi lain, bazar, pameran pendidikan, dan game zone terus berlangsung sepanjang acara. Game zone dirancang khusus untuk anak usia TK, berisi permainan sederhana yang sarat nilai edukasi namun tetap menyenangkan. Setiap anak yang menyelesaikan permainan mendapatkan hadiah, sehingga suasana semakin ceria dan penuh kegembiraan.
Setelah talkshow berakhir, panggung diisi oleh penampilan menyanyi keroncong dari Alyasa Maharani, siswi kelas 10 SMA Plus Al-Kautsar, yang membawakan lagu “Caping Gunung”. Lagu ciptaan maestro keroncong Indonesia, Gesang Martodiharjo, ini semakin dikenal luas melalui Waldjinah pada era 1980-an dan berhasil dibawakan dengan apik oleh Alyasa.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan cooking class, sebuah kegiatan yang dirancang untuk mempererat ikatan emosional (bonding) antara orang tua dan anak melalui aktivitas memasak bersama. Cooking class dipandu oleh koki cilik Jasmine Haruming Puan, siswi kelas 1A SD Plus Al-Kautsar. Menu yang dibuat adalah es buah. Orang tua dan anak mengikuti instruksi dengan penuh kekompakan, komunikasi yang baik, serta suasana fun yang membuat kegiatan ini terasa hangat dan berkesan.
Usai cooking class, Kayane Nazneen, siswi kelas 10 SMA Plus Al-Kautsar, tampil membawakan lagu “Indonesia Pusaka” dalam aransemen keroncong. Lagu ciptaan Ismail Marzuki ini menggambarkan Indonesia sebagai tanah air dan pusaka yang mulia serta abadi, dan berhasil dibawakan dengan penuh penghayatan.
Acara dilanjutkan dengan fashion show orang tua dan anak, yang juga bertujuan mempererat hubungan emosional keluarga. Para peserta berjalan di lintasan catwalk sambil menunjukkan gaya dan kekompakan di hadapan penonton. Suasana berlangsung sangat meriah dan penuh tawa.
Setelah fashion show selesai, penonton diminta memberikan penilaian untuk menentukan peserta terbaik. Sambil menunggu hasil perhitungan, panggung kembali diisi dengan penampilan duet Alyasa Maharani dan Kayane Nazneen yang membawakan lagu “Ibu Pertiwi” dalam aransemen keroncong. Lagu patriotik ciptaan Kamsidi Samsuddin ini mempersonifikasikan Indonesia sebagai seorang ibu yang penuh kasih dan pengorbanan.
Sebelum pengumuman hasil cooking class dan fashion show, dilakukan penyerahan lukisan kaligrafi karya Muhammad Aqshal Prasetya, siswa berbakat istimewa kelas 10 SMA Plus Al-Kautsar. Lukisan tersebut diberikan kepada sekolah sebagai simbol kecintaan Aqshal terhadap almamater yang telah menjadi tempatnya bertumbuh, belajar, dan berkarya dengan dukungan para sahabat dan guru.
Puncak acara terjadi tepat pukul 13.00 WIB, saat pengumuman hasil cooking class dan fashion show disampaikan oleh MC, disertai penyerahan hadiah kepada para pemenang oleh Ketua Panitia, Ibu Mas’udah, S.Pd, dan Kepala BSPP, Dr. Dhiah Saptorini, S.E., M.Pd. Momen ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan Alka Bagus 2025 selama dua hari di MCC.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara Alka Bagus 2025, tersimpan banyak pelajaran berharga tentang kebersamaan, keberagaman, dan kasih sayang dalam dunia pendidikan. Setiap penampilan, interaksi, dan kolaborasi antara anak, orang tua, dan sekolah menjadi bukti bahwa pendidikan sejati tumbuh dari empati, dukungan, serta ruang yang inklusif bagi semua. Semangat Education for All yang digaungkan sepanjang acara diharapkan terus hidup dan menginspirasi langkah bersama dalam mendidik generasi yang berakhlak, percaya diri, serta mencintai bangsanya. Sampai jumpa di Alka Bagus edisi berikutnya, dengan energi, harapan, dan karya-karya yang semakin menyala. (KJT)