Siswa SMP Plus Al Kautsar Malang mengunjungi Restu Bunda, sebuah usaha budidaya jamur tiram di Poncokusumo, kabupaten Malang, pada hari Kamis, 6 November 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung tentang proses budidaya jamur tiram kepada siswa.
Bapak Sumanto, selaku pemilik usaha dan penanggung jawab Restu Bunda, menjelaskan secara detail tentang proses pembuatan jamur tiram kepada siswa. Ia menjelaskan bahwa proses budidaya jamur tiram dimulai dari persiapan media tanam, yaitu serbuk gergaji kayu, dedak, dan kapur. Kemudian, media tanam tersebut dikomposkan selama beberapa hari sebelum dimasukkan ke dalam baglog.
Siswa-siswi SMP Plus Al Kautsar juga diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan baglog dan proses inokulasi bibit jamur tiram. Mereka juga diajarkan cara merawat jamur tiram, termasuk penyiraman dan pengendalian suhu.
“Budidaya jamur tiram ini sangat penting karena dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat,” kata Bapak Sumanto. “Selain itu, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat dikonsumsi sebagai makanan sehat.”
Selain belajar proses pembudidayaan jamur, seluruh siswa diajak untuk memanen jamur, dan memasak jamur menjadi olahan makanan yang sehat seperti jamur krispi, pentol, dan sop jamur.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada siswa-siswa SMP Plus Al Kautsar untuk mengembangkan minat dan kemampuan dalam bidang pertanian dan kewirausahaan. (adb)
Pembelajaran yang menyenangkankan dan anak dapat memperoleh pengalaman secara langsung
joss
Anak-anak SMP Plus Al-Kautsar bisa belajar langsung tentang proses budidaya jamur yang unik dan menarik. Semoga pengalaman ini bisa memotivasi mereka untuk lebih peduli dengan lingkungan dan mengembangkan minat dalam bidang pertanian yang berkelanjutan.